Sabtu, 27 September 2014

(Pertemuan kedelapan) Kebebasan, Manusia & Afektivitasnya



Ditanggal 26 september 2014 ini,kami mempelajari Refleksi filosofis tentang (1) kebebasan,(2) manusia dan afektivitasnya ,(3) badan dan kebebasan,dan (4) Pengetahuan dan Intelegensi Manusia
(KEBEBASAN)
JIWA DAN KEBEBASAN
  • Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya. Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan dengan kehendak bebas.
  • Karena kehendak jiwalah manusia menjadi makhluk bebas. Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanisme.
  • "Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan" (Erich Fromm, The Fear of Freedom, 1960). yang berarti kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia.
Determinisme :
  • Determinisme adalah aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkanoleh peristiwa-peristiwa lainnya. 
  • Kegiatan manusia didunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik yang dibagi menjadi 4, yaitu :
          - Determinisme fisik-biologis
          - Determinisme psikologis
          - Determinisme sosiali
          - Determinisme teologis
  • Kelemahan determinisme : 
          - Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia,
          - Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya.
          - Menafikan adanya tanggung jawab.
  • Kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia karena : 
          - Manusia hidup dalam "kemungkinan dapat"/berhadapan dengan pilihan berbeda bobot,
          - Adanya tanggung jawab,
          - Makna perbuatan moral ada pada kebebasan (bnd. Pandangan Immanuel Kant tentang                          kebebasan dan kehidupan moral)
  • Pengertian umum/kebebasan negatif/tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial. 
  • Pengertian khusus kebebasan/kebebasan aksistensial :
         - penyempurnaan diri,
         - kesanggupan memilih dan memutuskan,
         - kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan.
  • Jenis-jenis kebebasan :
         - kebebasan horizontal = berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata              pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan,  tingkatan nilai)
         - kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial   (terkait dengan orang lain)
  • Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial :
         - melibatkan pertimbangan,
         - mengedepankan nilai kebaikan,
         - menghidupkan otonomi,
         - menyertakan tanggung jawab


 MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
  • Yang membedakan manusia dengan tumbuhan adalah afektivitasnya. Afrktivitas ini lah yang membuat manusia 'berada' di dunia, berpartisipasi dengan orang lain, mendorong orang untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
  • Yang bukan merupakan perbuatan afektif adalah cinta yang membuktikan diri dalam perbuatan2. Cinta mendahului perbuatan2.
  • Sering kali afektivitas ini disamakan dengan kesanggupan merasa : padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut  hal yang spiritual.
  • Perbuatan afektif adalah hidup afektif atau afektivitas yang dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya. 
  • Perbuatan afektif berbeda dengan perbuatan mengenal, karena perbuatan afektif itu pasif, sedangkan perbuadan mengenal subyek membuka diri pada obyek. 
  • Agar ada afektivitas, perlu siatu ikatan kesamaan antara subyej dan obyek perbuatan afektifnya.
  • Catatan tentang cinta akan diri, sesama, dan Tuhan:
          - orang sering sekali menganggap bahwa cinta diri sendiri adalah egoisme, maka tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain pada diri sendiri.
          - Egoisme menolak setiap perhatian otentik pd orang lain. Orang egois hanya mengambil keuntungan dari apa saja.
          - Jika kita mencintai Tuhan dengan seluruh jiwa/hati, kita tidak akan mengasingkan diri dari diri sendiri. Tuhan adalah transenden dan imanen.
          - Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing. Ia adalah dasar di mana semua manusia saling berkomunikasi.
          - Maka, dengan kita mendekatkan diri kita dengan orang lain, maka kita mendekati Tuhan.

 Sumber : Power Point perkuliahan filsafat di Universitas Tarumanagara



PENGETAHUAN DAN INTELEGENSI MANUSIA
   #catatan : dipembahasan ini, kami mempresentasikannya. jika bahan yang aku sampaikan ini tidak lengkap, maaf yaa ^-^.
  • Pengertian pengetahuan sebagai berikut :
          - Pengetahuan aadalah presepsi kita sampai muncul secara spontan, ia memungkinkan untuk menyesuaikan diri secara langsung dengan situasi yang disajikan dan menyatakan diri melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap-sikap, dan jerit teriakan daripada dengan perkataan yang dipikirkan dan keterangan yang jelas.
          - Pengetahuan adalah diskursif ketika ia memperhatikan suatu objek dari benda, kemudian suatu aspek yang lain, ketika ia pergi dan dating dari keseluruhan ke bagian-bagian dan dari bagian-bagian ke keseluruhan, dari akibat ke sebab dan dari sebab ke akibat, dari primsip ke konsekwensi dan dari konsekwuensi ke prinsip, dan sebagainya.
          - Pengetahuan adalah suatu kegiatan yang mempengaruhi subjek (yang mengetahui) dalam dirinya. Pengetahuan adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subjek.
  • Pengetahuan dari segi subjek
Makhluk hidup dikatakan sempurna yang dinamakan pengetahuan harus memiliki karakteristik sebagai berikut : 
          - Keterbukaan ,si pengenal bisa menjadi sadar akan eksistensi dan kodrat realitas, 
          - Kemampuan menyambut, objek yang dikenal mempengaruhieksistensi subjek sendiri dan tinggal dalam bentuk gambar, ingatan, dan ide,
          - Interioritas, adanya tempat dalam si pengenal dalam dirinya, maka ia mempunyai interioritas, semakin banyak interioritas semakin banyak ia bisa mengetahui.
  • Pengetahuan dari segi objek
          - Untuk menjadi objek yang dikenal, untuk menyatakan dirinya dn sri satu pihak membuat kesan (atau mempengaruhi) subjek. dan dipihak lain ditangkap oleh subjek itu.
          - Akibat dari arti eidos (konsep, gagasan) suatu objek adalah menangkap orientasi dan signifikasi, adalah mengerti mengapa dan untuk apa dia dibuat. misalnya, menangkap eidos (konsep,gagasan) pisau berarti sekaligus untuk apa pisau dibuat. 
  • Pengertian membicarakan apa yang bukan intelegensi manusia dan apa yang bukan intelegensi manusia, sifat-sifat dan objek intelegensi manusia, kegiatan-kegiatan intelegensi manusia dan kodrat intelegensi manusia. 
  • Jika bukan sebagai intelegensi manusia, pengetahuan manusia adalah sekaligus indrawi dan intelektusl. Pengetahuan indrawi dan intelektual bersifat sinergis, berkat indrawipengetahuan manusia menyerupai pengetahuan hewan dan berkat keduanya melebihi secara esensial. 
  • Pengetahuan lewat akal budi, dilawankan dengan pengetahuan lewat pancaindra, melalui memandang dan memegang dengan tanganlah ia mengerti.
  • Jika pancaindra tidak berfungsi, maka intelegensi manusia juga tidak dapat berfungsi.
  • Intelegensi adalah salah satu gagasan yang begitu banyak dibicarakan orang. 
  • Intelegensi tidak bisa diidentikasikan dengan insight, yang terdiri dari apersepsi atau aprehensi tentang apa yang esensial dalam suatu realitas atau yang perlu dalam gejala. Insight adalah bukanlah merupakan keseluruhan kegiatan intelektual.
  • Sifat dan Objek Intelegensi Manusia
          - Intelegensi manusia dewasa terletak pada objektivitasnya, orang dapat melihat hak-hak yang dalam pada dirinya sendiri. 
          - Menurut ahli : 
1. Descartes = roh justru memungkinkan untuk mencapai hakikat sendiri dari realitas, sedangkan pancaindra hanya memberitahu kepada kita yang apa yang berguna atau apa yang merugikan dari hal-hal tersebut.
2. Psikologi kontemporer = yang tidak mententangkan intelegensi dengan pancaindra, tetapi membandingkan intelegensi dewasa dengan intelegensi anak, intelegensi orang dewasa dapat dikenal dengan objeknya, sedangkan intelegensi anak bersifat egosentris. 
          - Intelegensi manusia benar-benar memahami segala-galanya, lebih lebihsegalanya secara sempurna, artinya tidak ada realitas apa pun yang secara principal tidak dapat dicapainya dan bahwa tidak ada apa pun yang sedikitnya tidak dapat menjadi objek penyelidikan.
          - Jika intelegensi ingin mengerti sesuatu, maka penyelidikannya akan mengenai "ada" (eksistensi) atau bagaimana objek itu ber-ada. dan jika intelegensi sudah mengerti, maka ia menangkap objeknya itu ada atau ia adalah begini begitu. 
          - Segala penegasan, penilaian, kesimpulan dan penalaran kita didasarkan kepada beberapa prinsip :
* Prinsip identitas, 
* Prinsip alasan yang mencukupi, 
* Prinsip kausalitas efisien. 
  • Kondisi suatu intelegensi manusia yang terjelma berkegiatan :
          - Intelegensi merupakan salah satu kemampuan manusia dan beroperasi dengan partisipasi semua kemampuan lain.
          - Apa yang dimengertinya selalu dipahami.
          - Tak bisa memahami sesuatu secara mendalam dengan seketika, melainkan secara progresif, memerlukan waktu dan mengandaikan adanya intervensi yang konstan dari daya ingat.
          - Intelegensi melaluiaktivitas dinamisme intelektual saja, perlu kehendak, keyakinan, keberanian dan kesabaran. 
  • Kodrat intelegensi manusia 
          - Intelegensi adalah prinsip kekekalan dalam diri kita, kematian bukanlah kehancuran total, karrena adanya roh yang tidak musnah bersama dengan daging.
          - Intelegensi melewati batas-batas organis selalu diakui oleh filosuf besar. Keunggulan itu disebabkan karena intelegensi merupakan suatu keterbukaan dan kemampuan menerima yang murni, ia bersifat tak berubah dan mengandung norma-norma yang stabil.
          - Intelegensi suatu kemampuan yang dapat disolir suatu penentu eksidental atau sekunder, ia meresapi, mengkarakterisasikan dan mengspesialisasikan substansi.


Sumber : Buku pembelajaran Filsafat untuk Perkuliahan KBK Blok Filsafat.

6 komentar: