halo !!
berjumpa kembalii !!
hari ini saya akan mere-view kembali apa yang telah saya dapat tadi di kelas. Yang di sampaikan oleh Bapak Carolus Suharyanto dan Mikha Agus Widiyanto, M. Pd. Yang dimana hari ini mempelajari mengenai Epistemologi dan Kebenaran.
- Epistemologi berasal dari bahasa Yunani episteme (pengetahuan) dan logos(kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal,sifat,karakter, dan jenis pengetahuan. Ilmi pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan ini diperoleh manusia melalui akal dan panca indra, dengan berbagai metode. Epistemologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis tentang sumber, struktur, kebenaran pegetahuan, normatif dan evaluatif mengenai proses bagaimana pengetahuan itu diperoleh oleh manusia.
- Metode- metode untuk memperoleh pengetahuan :
- Empirisme = suatu cara dalam filsafat yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan dengan melalui pengalaman.
- Rasionalisme = sumber pengetahuan terletak pada akal, pemikiran, ide manusia, bukan didalam diri barang sesuatu.
- Fenomenalisme = suatu pengetahuan yang berdasarkan gejala-gejala (phenomenon). Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant.
- Dasar dan sumber Pengetahuan :
- Pengalaman manusia
- ingatan (memory)
- penegasan tentang apa yang diobservasi ( kesaksian )
- minat dan rasa ingin tahu
- pikiran dan penalaran
- logika (berpikir tepat dan logis)
- bahasa (ekspresi pemikiran manusiamelalui ujaran/tulisan
- kebutuhan hidup manusia (mendorong terciptanya iptek)
- Teori dalam ilmu pengetahuan
- Teori kebenaran korespondesi = kebenaran akan terjadi apabila subyek yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataanya. sifat kebenarannya ialah subyektif.
- Teori kebenaran koherensi = akan terjadi apabila ada kesesuaian pendapat dari beberapa subjek terhadap objek. sifat kebenarannya ialah objektif.
- Teori kebenaran pragmatik = kebenaran akan terjadi jika sesuatu itu memiliki kegunaan.
- Teori kebenaran konsensus = akan terjadi jika ada kesepakatan dengan alasan tertentu.
- Teori kebenaran semantik = akan terjadi jika orang mengetahui dengan tepat tentang arti suatu kata.
- Kebenaran, seorang tokoh yang bernama Rene Descartes mengungkapkan bahwa "co gito ergo sum" yang memiliki arti "saya berfikir makasaya ada". Pengetahuan bisa dinilai benar atau salah, karena pengetahuan pada dasarnya merupakan gabungan dan perpaduan dari sistim pernyataan. Kebenaransebagai sifat pengetahuan disebut kebenaran epistemologi.
- Menurut Plato, Kebenaran dimengerti sebagai terletak pada obyek yang diketahui, atau pada apa yang dikejar untuk dikehatui
- Menurut kaum Positivisme Logis (pengikut Thomas Aquinas) bahwa kebenaran dibagi menjadi dua, yaitu :
- Kebenaran Faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual didunia nyata sebagaimana dialami manusia. misalnya bumi bulat sebagai pernyataan yang memiliki kebenaran faktual atau tidak. Kebenaran ini tidak bersifat mutlak dan mentak (mungkin dan belum pasti).
- Kebenaran Nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis (pengulangan gagasan) dan tidak menambah pengetahuan baru . kebenaran ini membantu untuk memperoleh kebenaran faktual yang terdapat dalam logika dan matematika. kebenaran nalar ini bersifat mutlak dan tidak niscaya (tentu, pasti).
- Selain kedua kebenaran diatas, ada dua kebenaran lagi, yaitu :
- Kebenaran Ontologis (Veritas Ontologica) adalah kebenaran yang terjadi dalam kenyataan. seprti kebenaran tentang adanya Tuhan.
- Kebenaran Logis (Veritas Logical) adalah kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dengan kenyataan.
- Kedudukan Kebenaran : - Pandangan Platonis lebih diletakkan dalam objek atau kenyataan yang diketahui. #sedangkan# - Pandangan Aristotelian dalam subjek yang mengetahui.
- Kaum Eksistensial menyatakan bahwa apa yang secara pribadi berharga bagi subyek konkrit yang bersangkutan dan pantas untuk dipegang teguh dengan penuh kesetiaan. kebenaran eksistensial ini bersifat internal. dan kebenaran ilmiah bersifat eksternal.
- Kesasihan dan kekeliruan perlu dibedakan. - Kekeliruan adalah segala sesuatu ayng menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut. kekeliruan tersebut bisa terjadi karena kegabahan dalam menegaskan putusan tentang suatu perkara.
- faktor yang dapat menyebabkan kekeliruan misalnya :
- sikap terburu-buru dan kurang adanya perhatian dalam salah satu tahap atau keseluruhan proses kegiatan mengetahui.
- sikap takut salah yang keterlaluan atau sebaliknya sikap gegabah dalam melangkah. sikap yang pertama menyebabkan orang menganggap belum cukup bukti untuk dapat menerima kebenaran padahal sebenarnya sudah cukup. sedangkan sikap yang kedua terlalu cepat ,erasa cukup menegaskan benar atau salah padahal belum cukup bukti.
Sumber : Power Point perkuliahan filsafat di Universitas Tarumanagara
blognya rapi della ehehe gua kasih nilai 82 ya :)
BalasHapusaaaah, thank you jean ^-^
BalasHapusdella konsep pewarnaanya bagus tapi kreasi tingkatkan lebih baik lagi. semangat della 80 nilai buat kamu. :)
BalasHapusthank you pietraa ^-^
BalasHapus