Ini cerita imajinatif dari kelompok ku (ECSO) , yang mengenai membelajaran kami "Jiwa dan Badan"
Suatu hari Badan pulang ke rumah dengan hati bersedih, dan marah. Saat
itu ada jiwa sedang duduk nonton tv. Kemudian Jiwa menyapa badan.
Jiwa : Hai badan..., bagaimana kabarmu hari ini?
Badan : Aku sedang sakit.
Jiwa : Kenapa? kok bisa?
Badan : Ada yang melukaiku! Aku tergores , aku terluka, & aku berdarah.
Jiwa : Apakah kamu marah dengan sesuatu yang melukaimu itu?
Badan : ia..., Aku rasanya ingin sesuatu itu merasakan apa yang aku rasakan!
Jiwa : Aku tahu, betapa marah dirimu saat ini. Aku tahu rasanya
terluka seperti apa. Janganlah bersedih hati
sekarang.
Badan : Kamu tidak tahu apa yang aku rasakan! kamu tidak merasakan rasa
sakitnya. Kamu hanya sesuatu yang menggerakan aku.
Kamu hanya di dalam aku.
Jiwa : Aku tahu! Tapi jika kamu mau bergundah hati saat ini. Jikalau
kamu mau marah saat ini. jika kamu mau melakukan yang kau
kehendaki ,tanpa aku apa kau bisa?
Aku yang mengontrol bagaimana cara kamu bergerak, aku yang
menggerakan kegiatan mentalmu ( Saat marah; saat
bersedih; saat merasa sakit). Aku mengontrol sistem saraf di
dalam kamu.
Saat kamu terluka, aku sedih. Saat kamu disakiti, aku
marah... Tapi aku tidak akan merasakan
hal itu jika tanpa kamu.
Badan : Jadi menurutmu kita satu?
Jiwa : Tergantung dari segi perpektif mana yang mau kamu ambil. Kita
bisa jadi satu, walaupun berbeda secara arti
harafia.
Badan : Betul kata-kata mu!. Aku tanpamu = tak bermakna. Aku tanpamu = sia-sia. Aku tanpamu = mati.
Jiwa : Sudahlah... lupakan dendam kepada sesuatu hal yang membuatmu
sampai melupakan ada aku di sampingmu. Kita
diciptakan untuk saling melengkapi. Walaupun kamu sementara &
aku abadi. Tapi setidaknya diriku berwarna saat aku
memilikimu. tanpamu aku sepi. tanpamu aku
hanya roh yang tak bisa di tangkap Indra.
Badan : Ia betul... Kita adalah 2 elemen yang menghasilkan seseorang
bernama manusia. dan saat kita bersama kita membentuk
suatu eksistensial. dan mereka butuh kita saat ini. Trimakasih
jiwa aku punya sahabat yang baik sepertimu.
Jiwa : Aku juga bertrimakasih karna kita masih bisa bersama saat ini.
Akhirnya jiwa dan badan hidup bahagia Selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar