Peran
Keluarga
Latar
Belakang Masalah
Dalam kehidupan manusia, keluarga itu sesuatu hal yang terpenting. Tanpa
keluarga, kita bukanlah apa-apa. Dari kecil hingga dewasa, kita telah dirawat
oleh Bapak dan Ibu yang kita sebut sebagai keluarga inti. Mereka merawat kita
dengan penuh kasih sayang. Tidak perduli apa kesalahan kita yang telah kita lakukan
dari dulu hingga sekarang.
Pengertian
Keluarga
Menurut Salvicon dan Ara Celis dalam Info
Psikologi. “Keluarga
adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah
tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan
menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan” (Salvicon & Celis
dikutip dalam Info Psikologi, 1989/2011).
Keluarga merupakan produsen dan konsumen sekaligus, dan harus
mempersiapkan dan menyediakan segala kebutuhan sehari-hari seperti sandang dan
pangan (Gunarsa & Gunarsa, 2007).
Maka dapat disimpulkan bahwa keluarga terdapat dua anggota atau lebih
yang tinggal di satu tempat tinggal yang terhubung karena perkawinan, dan
adanya hubungan darah. Yang dimana keluarga ini berinteraksi satu sama lain dan
memiliki perannya masing-masing. Keluarga juga sebagai tempat dimana kita
membutuhkan kebutuhan sehari-hari kita.
Peranan keluarga menurut Info Psikologi
(2011) adalah sebagai
berikut: (a) peran ayah, Ayah sebagai suami dari istri dan anak –
anak, berperan sebagai pencari nafkah,pendidik, pelindung, dan pemberi rasa
aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta
sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya; (b) peran ibu, sebagai istri dan
ibu dari anak – anaknya. Ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga
sebagai pengasuh dan pendidik anak – anaknya, pelindung dan sebagai salah satu
kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarganya; dan (c) peran anak, anak – anak melaksanakan
peranan psikososial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental,
sosial dan spiritual.
Peran
Keluarga
Menurut Gunarsa (2001) dalam Monica
(2009), menyatakan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa
yang begitu penting untuk meletakkan dasar-dasar kepribadian yang akan memberi
warna ketika seorang anak kelak menjadi dewasa. Karena itu, kualitas pada
pola-pola perkembangan masa anak adalah sangat penting.
“Sebenarnya
keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas selaku penerus keturunan
saja. Dalam bidang pendidikan, keluarga merupakan pendidikan utama, karena
segala pengetahuan dan kecerdasan intelektuil manusia diperoleh pertama-tama
dari orang tua dan anggota keluarganya
sendiri” (Gunarsa & Gunarsa, 2007, h. 1). Peran keluarga yaitu
memberikan pendidikan pertama sejak anak dilahirkan. Keluargalah yang
mengajarkan tentang sopan santun, cara berbicara, mengenal, menghargai, dan
lain sebagainya.
“Kesatuan ayah-ibu demikian pentingnya sebagai alas yang kuat dalam
keluarga, sehingga bilamana kesatuan ini kurang kuat, dapat menyebabkan
kegoncangan dalam keluarga dengan segala akibatnya, baik secara khusus dalam
keluarga itu sendiri maupun dalam masyarakat” (Gunarsa & Gunarsa, 2007,h.
14)
Sangatlah penting peranan setiap anggota
keluarga. Jika salah satu anggota keluarga tidak ada, maka keluarga akan kacau.
Seperti jika tidak ada ibu, suatu keluarga pasti akan kesusahan dan akan merasa
sangat repot mengurus saat harus mengurus rumah yang biasanya dikerjakan oleh
ibu.
Peran
keluarga terhadap pertumbuhan anak adalah (a) sebagai pengalaman pertama
masa kanak-kanak sebelum mendapat pengalaman diluar rumah, (b) memberikan dasar
pendidikan, (c) menjaga kesehatan anak dan keamanan anak, dan (d) memberikan anak
kebahagiaan.
Peran
Keluarga Terhadap Perkembangan Moral Anak
Papalia dan Old (1987) dalam
Monica (2009) membagi masa kanak-kanak dalam lima tahap:
- Masa Prenatal, yaitu diawali dari masa konsepsi sampai masa lahir.
- Masa Bayi dan Tatih, yaitu saat usia 18 bulan pertama kehidupan merupakan masa bayi, di atas usia 18 bulan pertama kehidupan merupakan masa bayi, di atas usia 18 bulan sampai tiga tahun merupakan masa tatih. Saat tatih inilah, anak-anak menuju pada penguasaan bahasa dan motorik serta kemandirian.
- Masa kanak-kanak pertama, yaitu rentang usia 3-6 tahun, masa ini dikenal juga dengan masa prasekolah.
- Masa kanak-kanak kedua, yaitu usia 6-12 tahun, dikenal pula sebagai masa sekolah. Anak-anak telah mampu menerima pendidikan formal dan menyerap berbagai hal yang ada di lingkungannya.
- Masa remaja, yaitu rentang usia 12-18 tahun. Saat anak mencari identitas dirinya dan banyak menghabiskan waktunya dengan teman sebayanya serta berupaya lepas dari kungkungan orangtua.
Saat masih kanak-kanak, rasa ingin tahu
akan muncul dan banyak pertanyaan yang di lontarakn kepada orangtuanya, dan
dengan ini orangtua bisa menjawab pertanyaan sekaligus memberitahukan hal-hal
yang dapat mengembangkan moral anak.
Reference List
Gunarsa,
Y. S. D., & Gunarsa, S. D. (2007). Psikologi
untuk Keluarga: Keluarga sebagai inti masyarakat. BPK Gunung Mulia: Jakarta.
Monica. (2009). Peran Keluarga Terhadap Perkembangan Karakter Anak: Berpikir dan
Menulis Ilmiah. (skripsi tidak diterbitkan). Bogor, Indonesia. Diunduh dari http://wimelimonica.wordpress.com/peran-keluarga-terhadap-perkembangan-karakter-anak/
Psikologi Keluarga. (2011). In Info Psikologi. Diunduh dari http://psychologymania.wordpress.com/2011/07/14/psikologi-keluarga-families-psychology/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar